Inilah sejarah, perkembangan, hingga pelarangan judi di Indonesia! Perjudian seperti kita ketahui bersama, layaknya hal yang sudah mendarah daging. Khususnya bagi masyarakat Indonesia sendiri, permainan judi sudah seperti makanan sehari-hari. Tetapi, ternyata banyak dampak buruk yang ditimbulkan dari permainan satu ini.

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa judi membawa keuntungan dengan modal yang kecil. Pernyataan ini salah apa bila Anda sudah mengalami kekalahan sekali, maka itu adalah awal dari berbagai kekalahan besar lainnya. Banyak sekali kerugian lainnya yang juga timbul dari permainan taruhan uang ini. Oleh karena itulah, akhirnya dibuat larangan perjudian di Indonesia.

Sebelum masuk pada poin pelarangan judi di Indonesia, kita akan membahas sejarah perkembangannya dahulu. Hal ini ditujukan agar Anda tahu lebih jauh dari mana asal muasal permainan yang membawa banyak petaka ini. Berikut penjelasan detailnya!

Sejarah judi di Indonesia

Awal mula judi hadir di Indonesia sebenarnya tidak begitu pasti. Namun, diyakini bahwa pada zaman primitif, para dukun atau penganut kepercayaan lain sering membuat ramalan dengan sistem gambling. Di mana mereka melemparkan benda-benda seperti tongkat, batu, maupun tulang-belulang. Mereka mempercayai bahwa dari hasil lemparan acak tersebutlah yang mampu memberikan ramalan.

Dari ramalan dengan pengacakan benda-benda di atas, lalu berkembanglah pada judi dadu. Sistem pengacakannya pun sama, bedanya di sini mencari angka mana yang paling besar. Permainan ini sangat terkenal pada masa Romawi kuno. Judi dadu sendiri kembali muncul dan dibawa oleh penjajah Eropa yang datang ke Indonesia. Namun, sekarang ini karena adanya pelarangan judi Keluaran Sydney di Indonesia, maka tentu tidak diperbolehkan lagi.

Tidak hanya sampai di situ saja, permainan judi kartu atau yang biasa kita kenal dengan remi maupun gaple pun hadir di Indonesia. Bahkan, pada masa pemerintahan Souw Beng Kong sebagai kapitan Tionghoa pertama yang ada di Batavia, mengizinkan adanya rumah judi. Dari sanalah adanya pemungutan pajak untuk rumah perjudian bermula. Hasil pemungutan itulah yang memberikan banyak dampak pada pembangunan Batavia.

Setelah judi kartu, permainan lotre mulai terkenal pada tahun1960-an. Bahkan, Indonesia pada masa itu melegalkan permainan judi satu ini. Dahulu lotre ini lebih dikenal dengan lotre buntut, namun Bandung juga memiliki lotre sendiri bernama Toto Raga untuk pengumpulan dana olahraga pacu kuda. Jakarta sendiri oleh Ali Sadikin mengeluarkan lotre bernama Toto dan Nalo. Namun, pada 1965 pelarangan judi di Indonesia dikeluarkan oleh Presiden Soekarno dengan adanya Keputusan Presiden No. 113. Soekarno merasa bahwa lotre merusak moral bangsa dengan kerugian yang diberikan.

Meskipun dibuatnya keputusan tersebut, ternyata masih tidak mengurungkan minat masyarakat Indonesia terhadap judi lotre ini. Terbukti dari keluarnya Lotto (Lotre Totalisator) pada 1968 oleh Pemerintah Daerah Surabaya. Lotto PON Surya ini ditujukan untung menggalang dana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional ke 7 pada 1969.

Perkembangan judi di Indonesia

Setelah dibuatnya putusan penertiban permainan judi oleh pemerintah. Banyak masyarakat yang sudah kecanduan, baik bettor atau bandar akhirnya beralih ke judi online. Sebelum masuk ke era canggih ini, ternyata judi fisik sudah ada sejak nenek moyang. Namun, mulai terlihat dan digemari sejak bangsa Eropa datang dengan judi dadu dan kartu. Setelah itu Belanda dengan judi lotrenya yang terkenal. Hanya saja, semenjak pelarangan judi di Indonesia mulai berlaku, akhirnya segala jenis permainan taruhan ini bergriliya secara sembunyi-sembunyi.

Salah satunya yakni dengan kemunculan Togel atau Toto Gelap. Permainan prediksi angka ini mirip dengan undian lotre, hanya saja yang membedakan adalah dilakukan dengan “gela-gelapan” alias sembunyi-sembunyi. Togel sendiri sangat terkenal hingga ke mancanegara, dan jelas Indonesia tidak mau ketinggalan. Namun, melihat Togel pun akhirnya ditutup karena termasuk perjudian dan ilegal. Maka, dengan adanya judi online membuat para bandar dan pemain masih bisa beroperasi.

Judi online sendiri muncul kurang lebih di tahun 1994 dengan sistem sederhana. Lalu, pada tahun 1996 muncul Casino online pertama yang memasukkan transaksi uang asli di dalamnya. Semakin tahun, pemrograman judi online semakin berkembang. Hingga pada akhirnya sekitar tahun 2000, Australia sudah masuk permainan berbasis internet ini. Mengingat adanya pelarangan judi di Indonesia, akhirnya Casino online pun masuk dan diterima dengan sangat baik. Orang-orang mulai berlaih ke permainan daring (dalam jaringan) lewat internet ini.

Sampai saat ini pun, judi online semakin berkembang dengan sangat pesatnya. Permainan yang disuguhkan juga semakin banyak dan beragam. Melihat aksesnya yang juga semakin dipermudah, maka banyak masyarakat yang kembali memainkan judi. Maka dari itu, dibuat peraturan baru dan juga sanksi baru, baik untuk pemainnya ataupun bandar dan penyelenggara judi online.

Pelarangan judi di Indonesia

Karena kita sudah mengetahui sejarah dan juga perkembangan dunia judi di Indonesia ini. Tentu kita kali ini akan masuk ke asal-mula pelarangan judi di Indonesia. Meskipun dahulu judi sempat diperbolehkan beroperasi secara legal di Jakarta pada masa pemerintahan Ali Sadikin (1966-1977). Tempat perjudian memberikan banyak untung bagi pajak wilayah. Tetapi, akhirnya sudah tidak lagi diizinkan karena banyak sekali dampak negative dari judi.

Selain kerugian secara materi, judi juga bisa membuat dampak kecanduan yang negatif. Lalu juga, orang menjadi malasah karena hanya mengandalkan sebuah peruntungan dari berjudi. Jelas ini membuat sumber daya manusia yang ada di Indonesia semakin berkurang karena malas. Tindak kriminal lainnya pun terjadi, seperti pencurian, dan yang paling parah hingga ke kasus pembunuhan. Jelas tidak sesuai dengan norma Pancasila dan juga moral Bangsa Indonesia.

Awal mula peraturan yang melarang judi yakni dikeluarkannya KepPres Nomor 113 tahun 1965 oleh Presiden Soekarno. Setelah itu, pelarangan judi di Indonesia mengalami fase yang cukup panjang. Namun, pada tahun 1993, tepatnya 25 November pemerintah mencabut seluruh izin untuk Lotre SBSD. Hal ini juga dipelopori dengan adanya unjuk masa para mahasiswa yang menolak SBSD.

Pelarangan taruhan uang ini juga tertulis pada UU Hukum Pidana yaitu Pasal 303 KUHP. Selain itu juga, larangan ini sudah tertulis pada UU Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 UU ITE. Bahkan, pelarangan untuk judi berbasis internet juga tertuang dalam UU Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 27 Ayat 2 UU ITE. Tindak hukum yang akan dijatuhkan baik pada penyelenggara atau pemain bisa dikatakan berat.

Pasal 303 KUHP sendiri menyatakan bahwa hukuman maksimal ialah 10 tahun kurungan penjara, beserta dengan dendanya paling banyak hingga 25 juta. Pelarangan judi di Indonesia juga memberikan sanksi bagi mereka yang bermain secara online yakni dengan hukuman penjara paling lama hingga 4 tahun, dan berikut dendanya 1 miliar rupiah.

Demikianlah berbagai hal mengenai sejarah, perkembangan, hingga munculnya pelarangan judi di Indonesia. Bagi Anda yang pernah atau pemain judi, ada baiknya mengetahui hal ini, guna menghindari berbagai kemungkinan terburuk. Judi pun sebenarnya tidak memberikan kesenangan dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *