http://202.95.10.10/ – Permainan judi mengalami perkembangan cukup signifikan ketika memang sudah hadir teknologi dan internet. Di mana, kedua hal ini mampu memudahkan seseorang untuk mengakses permainan judi. Bahkan, para pemain tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Sehingga bisa memainkannya dimana saja dan kapan saja.

Namun, praktik permainan judi tentunya sangat dilarang. Beberapa perundang-undangan yang ada bisa menjerat pemain mendapatkan hukuman kurungan atau denda. Selain diatur oleh negara, ternyata permainan ini sudah lebih dulu dilarang oleh agama. Berbagai macam alasan pusn ternyata hampir sama. Tidak heran, jika semua agama melarang permainan judi.

Larangan permainan judi pun muncul dari agama Islam. Agama yang memiliki pedoman hidup berupa al-qur’an ini menjelaskan secara detail mengenai pelarangannya. Hanya saja, para pemain sepertinya tidak kapok dengan berbagai hukuman yang bisa saja didapatkan. Hal ini terbukti dari banyaknya jumlah pemain yang terus menerus melakukan pendaftaran. Mesipun begitu larangan permainan judi menurut islam sangat merusak generasi.

Larangan Permainan Judi Menurut Islam

Merupakan sebuah kekejian

Dalam islam, permainan judi bisa dikatakan sebagai bentuk kekejian. Di mana, dalam sebuah ayat al-qur’an dijelaskan bahwa permainan ini termasuk ke dalam perbuatan setan. Bahkan, di dalam al-qur’an disebutkan bahwa permainan judi merupakan sebuah kekejian atas pekerjaan tangan setan. Merujuk dari kata tersebut, judi bisa dikatakan sebagai kebiasaan buruk yang memiliki banyak konsekuensi dalam menghancurkan kehidupan pribadi ataupun sosial.

Larangan permainan judi menurut Islam bisa ditemukan dalam Q.S Al-maidah ayat 90-91. Dalam ayat tersebut, permainan judi disandingkan dnegan berkorban untuk berhala, meminum khamar, dan mengundi nasib dnegan panah. Dari permainan tersebut, bisa timbul suatu permusuhan dan kebencian antar sessama manusia. Bahkan, adanya permainan ini bisa mengahalangi seseorang untuk mengingat Allah dan melakukan ibadah.

Judi merupakan sebuah najis

Selanjutnya, permainan judi juga dikatakan sebagai najis atau ar rijz. Adapun dalam al-qur’an dikatakan sebagai ar-ruz yang artinya dosa dan seluruh perbuatan mengandung bahaya. Oleh sebab itu, memang harus dihindari, karena memang merupakan sebuah dosa dan tentunya memiliki banyak bahaya di dalamnya.

Merupakan amalan setan

Larangan permainan judi menurut Islam juga menjelaskan bahwa permainan ini merupakan sebuah amalan atau perbuatan setan. Di mana, segala bentuk perbuatan setan memiliki hukum yang haram. Hal ini dikarenakan perilaku setan adalah menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan. Bahkan, setan merupakan musuh bagi para muslim. Perbuatan yang dibawa oleh setan ini selalu dihias-hiasi, sehingga bisa membuat siapa saja tergiur.

Menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara sesama

Selanjutnya, dalam Q.S al-maidah ayat 91 dijelaskan bahwa permainan judi akan menimbulkan permasalahan, berupa permusuhan dan kebencian antara sesama. Bagaimana tidak, seseorang yang kecanduan bermain judi tentu akan melakukan berbagai cara untuk tetap bisa memainkannya. Perilaku yang masih dibatas wajar adalah melakukan pinjaman. Namun, perilaku tersebut akan mengarah kepada tindakan kriminal ketika memang tidak bisa mendapatkan pinjaman.

Berbagai tindakan kriminal yang dilakukan oleh para penjudi http://202.95.10.10/ tersebut bisa membuatnya dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang. Pemutusan hubungan yang dilakukan oleh saudara ataupun temannya akan mudah untuk membuka cela mencederai kehormatan saudaranya. Oleh sebab itu, larangan permainan judi menurut Islam sangatlah keras, karena bisa melibatkan banyak orang.

Melalaikan diri untuk beribadah

Permainan judi bisa membuat seseorang lupa waktu, bahkan mereka bisa melupakan kewajiban untuk melakukan segala bentuk peribadahan. Hal ini tentunya tidak baik, karena bisa membuat seseorang lupa terhadap Sang Pencipta. Parahnya lagi, mereka tidak peduli terhadap kesehatannya masing-masing. Terus bermain tanpa peduli keadaan sekitar.

Masih dalam Q.S al-maidah ayat 91 Allah dengan tegas memerintahkan untuk berhenti memainkan judi. Kata berhenti dalam ayat tersebut mencakup tentang meninggalkan sekaligus bertaubat dari perbuatan itu. Di dalam ayat ini larangan permainan judi menurut Islam sudah sangat tegas, karena diperintahkan langsung oleh Allah.

Menghalangi seseorang untuk berdzikir dan meningat Allah

Di dalam ayat yang sama dijelaskan bahwa permainan judi bisa menghalangi seseorang untuk mengingat Allah. Seperti yang sudah disinggung di atas, permainan judi bisa membuat seseorang melupakan waktu. Dia membuang waktu secara sia-sia, tanpa ingat bahwa ada banyak kewajiban yang ditinggalkan. Dalam Q.S at-taubah ayat 67 disebutkan bahwa ketika melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka.

Larangan permainan judi menurut Islam telah diatur sedemikian rupa. Sehingga memang harus benar-benar dijauhi oleh semua orang. Selain bisa menimbulkan permusuhan, pemainan ini juga bisa membuat seseorang melupakan Allah dan lalai menjalankan segala ibadah kepada-Nya.

Judi merupakan permainan yang tidak adil

Dalam permainan judi, ada satu pihak yang diuntungkan dan banyak pihak mengalami kerugian. Tentunya sistem permainan judi ini melanggar prinsip keadilan. Di mana, perbuatan keadilan merupakan sesuatu yang sangat dihargai dalam islam. Oleh sebab itu, islam sangat melarang keras permainan judi. Beberapa dampak negatif pun bisa ditimbulkan oleh permainan ini.

Larangan permainan judi menurut Islam ini merupakan larangan yang harus ditaati. Sebab, ada berbagai hal positif ketika memang bisa menghindari dan menjauhi permainan tersebut.

Seorang muslim tentunya diperintahkan untuk selalu taat kepada Allah, termasuk menjauhi permainan judi. Larangan permainan judi menurut Islam merupakan sesuatu yang harus ditaati. Jangan sampai karena tergiur oleh kesenangan sesaat, membuat saudara memutuskan hubungan atau membuat dirinya lupa terhadap Sang Pencipta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *